jump to navigation

5 Juli 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
trackback

PONDASI DASAR PELAYANAN

by: Ev. Andi Setiawan Ko

Apa yang terpikirkan ketika kita mendengar kata ”pelayanan”?

Biasanya pelayanan dimaknai sebagai:

  • Keterlibat dalam kegiatan/ aktifitas gereja
  • Kegiatan sosial, yi menolong orang yang membutuhkan
  • Kerja yang tidak dibayar/ sukarela
  • Aktifitas pemberitaan Injil

ALKITAB berkata:

”Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”(1 Petrus 4:10)

Jadi pelayanan adalah semua bentuk aktifitas dalam gereja Tuhan yang dilakukan sebagai respon terhadap kasih karunia Allah. Pelayanan adalah timbal balik dari kasih karunia Tuhan Yesus yang diwujudkan dengan membagikannya kepada orang lain. Ibadah kita setiap minggu pun termasuk dalam pelayanan.

Sayangnya banyak gereja hanya mencetak aktifis gereja, bukan pelayan Tuhan. Kita sibuk terlibat dalam kegiatan gereja hingga lupa bagaimana hidup seperti Tuhan Yesus.

Atau seringkali juga kita terjebak dalam motivasi yang salah dalam pelayanan gereja, seperti menambah teman, mengisi waktu luang, kebiasaan keluarga, dsbnya.

Motivasi adalah pondasi dari pelayanan. Sehingga seharusnya yang menjadi motivasi kita dalam pelayanan adalah:

  • Semua bentuk pelayanan adalah bentuk ucapan syukur atas anugrah keselamatan. Pelayanan adalah respon membagi kasih karuniaNya kepada orang lain.
  • Belajar menjadi serupa dengan Kristus: meneladani pelayanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari

Motivasi kita dalam melayani menjadi sinyal apakah pelayanan kita berfokus pada Kristus. Penatalayan sejati adalah penatalayan yang berfokus pada Kristus dalam melayani, bukan pada apa yang dia kerjakan.

Salah satu cara mengecek apakah kita masih berfokus pada Kristus adalah ketika pujian datang atas pelayanan yang kita lakukan. Cek motivasi yang selanjutnya muncul pada pelayanan-pelayanan kita ke depan. Apakah kita jadi haus pujian?

Ada beberapa faktor yang menghambat pelayanan:

  • Tidak ada persiapan matang secara rohani
  • Tidak ada persiapan pengetahuan iman yang baik
  • Tidak ada persiapan untuk keterampilan-keterampilan khusus pelayanan

Pelayanan bukan sekedar ”Saya ingin melayani” tapi juga ”Saya siap melayani” dan ”Saya mampu melayani”

Untuk terlibat dalam pelayanan dan berkata:

  • ”Saya SIAP melayani”, dibutuhkan kematangan rohani. Yaitu bagian tidak terlihat dalam kehidupan rohani Kristen yang adalah hidup ibadah pribadi, meliputi: penyelidikan Alkitab pribadi, persekutuan dengan anak Tuhan lain, waktu doa pribadi, waktu teduh pribadi, dan pemberitaan Injil pribadi.
  • ”Saya MAMPU melayani”, itu berarti kita mau memperbaiki watak/ karakter supaya menjadi serupa dengan Kristus yang sempurna dan kudus.

Dan ketika kita melakukan kegiatan pelayanan, harus mencakup semua yang ada di Pohon Kehidupan Rohani Kristen. Karena Kehidupan Pelayanan Rohani Kristen itu pada hakekatnya sama dengan Pohon Kehidupan Rohani Kristen.

Dan kita harus selalu ingat, makna pelayanan adalah aktifitas yang kita lakukan sebagai respon rasa syukur atas karunia Tuhan.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: