jump to navigation

21 Juni 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
trackback

MENGELOLA KONFLIK dalam keluarga

by: Ev. Jonly Joihin

Beberapa konflik keluarga yang diceritakan dalam ALKITAB:

  • Konflik keponakan–paman, yi Abraham vs Lot (Kejadian 13:7-9)
  • Konflik kakak-adik, yi Yakub vs Esau (Kejadian 33:8-9)
  • Konflik antar anak dalam keluarga, yi Yusuf vs saudara-saudaranya (Kejadian 50:15-21)

KONFLIK (dalam sosiologi) didefinisikan sebagai proses sosial antara dua kelompok/ lebih, dua orang/ lebih, dimana satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menyingkirkan/ menghancurkan.

Jadi, selama masih ada manusia, maka masih akan ada konflik.

Konflik muncul karena ada perbedaan dari tiap individu. Misalnya perbedaan fisik, pandangan atau keyakinan.

UNSUR KONFLIK:

  • Individu/ manusia hidup
  • Interaksi
  • Adanya perbedaan à padahal tiap manusia itu berbeda! Jadi dengan kata lain, konflik adalah realita kehidupan manusia yang tidak bisa dihindari. Semakin dewasa, konflik dalam keluarga makin banyak/ makin tajam. Misalnya adalah masalah warisan.

SUMBER KONFLIK adalah PERBEDAAN INDIVIDU:

  • Sifat
  • Latar belakang – pergaulan
  • Kepentingan
  • Perubahan. Misalnya: kakak cowok menikah dan istrinya dibawa masuk ke rumah orang tua. Adik perempuan bisa merasa terancam, ada saingan dan akhirnya menimbulkan konflik.

Akibat konflik dalam keluarga akan sangat besar. Bahkan kadang lebih besar daripada konflik dengan teman. Contohnya adalah iklan pemutusan hubungan antara ayah-anak yang dimuat di surat kabar.

Konflik tidak mungkin bisa hilang, tapi bisa dikelola. Dasar yang paling utama dalam mengelola konflik dalam keluarga adalah IKATAN KELUARGA yang sebenarnya tidak mungkin diputuskan.

YANG HARUS KITA LAKUKAN:

  1. Bersikap positif terhadap konflik. Karena konflik bisa membawa hasil yang positif. Dalam pernikahan konflik adalah adalah bumbu yang membuat hubungan suami-istri makin mesra. Untuk diri sendiri, konflik bisa mendorong kita lebih dewasa dan bijaksana.
  2. Mengalah dan lebih sabar.

Konflik bisa disebabkan perbedaan tiap individu dan situasi, misal krisis. KRISIS tidak akan terus menerus terjadi. Sikap mengalah dan sabar akan meminimalisir terjadinya konflik yang membuat keadaan jadi lebih kacau. Ingat, krisis merupakan sumber potensi konflik. Waspadalah!!!

  1. Lebih mau mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Kompromi adalah salah satu jalan agar setiap orang bisa sama-sama belajar.
  2. Jangan melibatkan orang ketiga yang bisa menambah panas konflik
  3. Belajar mengampuni (minta maaf) dan melupakan

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: