jump to navigation

08 Maret 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
trackback

Be Fresh, Be Healthy

by: Ev. Sumartiwi

Kejenuhan adalah fakta yang menonjol pada abad ke 20. Edelwick dan Brodsky berkata kejenuhan terjadi ketika seorang menganggap “satu pekerjaan sebagai tugas dan tidak lebih dari itu” Itu berarti kejenuhan terjadi ketika orang mencapai tahap di mana dia hanya menghabiskan waktunya, tanpa variasi dan hanya dikendalikan rutinitas.

Pendapat lain datang dari Herbert Freudenberger yang menyatakan bahwa kejenuhan adalah satu keadaan di mana orang merasa diliputi oleh berbagai persoalan orang lain sehingga menghabiskan energinya. Sementara Christian Maslach berpendapat bahwa kejenuhan adalah suatu sindrom kelelahan emosional di mana seseorang kehilangan identitas diri hingga prestasinya secara individual menurun. Hal ini terjadi pada individu-individu yang melakukan pekerjaan yang sebenarnya menjadi “tanggung-jawab orang banyak”.

Korban kejenuhan memperlihatkan faktor sama yaitu kelelahan fisik dan emosi. Akibatnya ia tidak sanggup menghadapi masa depannya, menyauhkan diri dari pergaulan yang intim dengan orang lain, mengalami kekeringan rohani, kehilangan identitas diri, menganggap rendah orang lain, bersikap negatif terhadap mereka, dan mengembangkan sikap menyendiri.

Bagaimana pandangan Allah terhadap kejenuhan?

Apakah Allah peduli dengan kejenuhan yang dialami manusia?

Apa yang Allah lakukan terhadap kejenuhan manusia?

Markus 6:30-34 menggambarkan kepedulian Tuhan Yesus terhadap kejenuhan yang dialami para murid. Potensi-potensi kejenuhan yang mereka alami adalah:

Pertama kali secara resmi mengabarkan Injil tanpa Yesus.

Tekanan untuk menghasilkan prestasi yang baik. “Ia memberi kuasa atas roh-roh jahat” (ay. 6). Mereka diberi kuasa, tanggungjawab. Bukan sesuatu yang tanpa konsekuansi.

Mereka harus mempercayai Allah sebagai sumber yang menyediakan kebutuhan sehari-hari “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan” (ay. 8-9)

Ketegangan karena terus mengadakan perjalanan (ay. 10)

Penolakan orang (ay. 11)

Pemberitahuan tentang kematian tragis Yohanes Pembaptis

Walaupun catatan Matius tentang kepulangan mereka menunjukkan keinginan Yesus untuk mendengarkan laporan mereka, namun Markus memperlihatkan bahwa Dia lebih memperhatikan dampak misi terhadap diri para murid sendiri. Tidak ada catatan bahwa Kristus menanggapi pelayanan mereka secara kritis yaitu dengan menuntut hasil. Tuhan Yesus justru memperlihatkan kepedulian dan belas kasihan pribadi, ketika Dia berkata kepada para murid:”Marilah ke tempat yang sunyi … dan beristirahatlah seketika” (ay. 31)

Dari kejadian di atas, kita dapat belajar dua prinsip untuk mengatasi kejenuhan:

Prinsip 1: Manusia perlu rekreasi

Rekreasi sesuai dengan Alkitab, sesuai dengan kehendak Allah. Karena orang yang sibuk dengan pekerjaan tanpa sedikit rekreasi, sangat mudah jatuh sakit, kesehatan jasmaninya mudah merosot.

Matius 11:16 menyatakan perumpamaan tentang anak-anak yang meniup seruling dan menari. Menari ini bukan menari di arena panggung, tetapi menari bergembira dan meniup seruling karena bersukacita.

Tetapi perlu diingat bahwa rekreasi adalah selingan bukan kehidupan!

Prinsip 2: Rekreasi untuk mengefektifkan pekerjaan dan meningkatkan pelayanan kita kepada Allah.

Ada 3 bentuk rekreasi/selingan kita pelajari dari kepedulian Tuhan Yesus :

  • Pergantian tempat

Kristus tidak sekedar mengatakan beristirahatlah. Secara khusus Dia menyuruh para murid menyingkir ke tempat yang sunyi/berpindah tempat. Istilah yang dipakai Tuhan Yesus untuk lokasi ke mana murid-murid di suruh pergi menunjuk suatu tempat yang sepi/terasing. Kristus mengetahui bahwa murid-muridNya tidak akan bisa bebas dari ketegangan selama mereka masih berhubungan dengan “begitu banyaknya, orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat” (ay. 31).

  • Perubahan aktifitas/ tanggungjawab

Kristus menunjukkan pergantian aktifitas (tanggungjawab/materi pekerjaan). Orang yang mengutus mereka mengabarkan Injil, sekarang menyuruh mereka istirahat. Tuhan Yesus menggunakan istilah khusus yang bisa diterjemahkan “istirahat”, menunjuk bahwa murid-murid sendiri perlu mengambil inisiatif untuk melakukannya

  • Tersedianya waktu untuk istirahat.

Kata istirahat menunjuk pada perlunya sejumlah waktu tertentu, yang relatif pendek. Jadi harus disediakan sejumlah waktu untuk berganti tempat/kegiatan. Hal itu diperlukan mengingat keadaan di sekitarnya. Selama masa pelayanan, kerumunan orang banyak saling bertemu, datang dan pergi, sehingga murid-murid tidak punya waktu untuk dirinya sendiri bahkan untuk makan.

Untuk mengurangi ketegangan penyebab kejenuhan, maka para murid berangkat untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.Pengasingan itu tidak lama, karena kerumunan orang sudah menunggu ke datangan mereka.Perjalanan dalam perahu merupakan saat singkat untuk menikmati suasana pergantian tempat dan kegiatan yang terlepas dari kerumunan orang.

Kesimpulan

  • Tuntutan yang terus menerus dari orang banyak, membawa pada kejenuhan dan menumpulkan pengertian rohani. Ketika Tuhan Yesus memberi makan 5000 roti dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, para murid tidak bisa mengerti. Bahkan ketika melihat Yesus berjalan di atas air, mereka “sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti dan hati mereka tetap degil.”
  • Kejenuhan menyebabkan orang menjadi keras hati atau kecewa dengan dunia sekitarnya sehingga energi emosional dan rohaninya terlalu lemah untuk memahami perkara yang ilahi atau makna di baliknya. Marilah kita peka dengan kejenuhan kita. Dan rekreasi untuk mengefektifkan kehidupan dan pelayanan kita bagi Allah

AYOoooo… koreksi diri apakah kamu sedang jenuh? Kalau iya, AYOoooo prioritaskan waktu untuk rekreasi! J

disalin dari power point khotbah Ev. Sumartiwi

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: