jump to navigation

05 April 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
trackback

BERLIPAT GANDA

By: KTL

Tuhan memiliki standar yang tinggi, yaitu kesempurnaan. “Sempurna” berarti utuh, lengkap. Ia juga menuntut supaya kita dapat berbuah banyak

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

(Matius 5:48)

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku

(Yohanes 15:8)

Matius 13:1-9, 18-23 berbicara mengenai perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Dengan menggunakan analogi tanah dimana benih itu jatuh, Tuhan Yesus hendak menggambarkan empat jenis orang:

1. Tanah di pinggir jalan à benih dimakan burung

Adalah orang orang berulangkali mendengar firman Tuhan namun tidak mengalami perubahan di dalam dirinya. Ia merasa cukup dengan menjadi “orang baik”.

“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

2. Tanah yang berbatu-batu à benih tumbuh, namun kemudian layu

Adalah orang yang bersemangat terhadap firman Tuhan namun tidak menyediakan hati untuk firman itu bertumbuh di dalam hidupnya.

“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”

3. Tanah yang bersemak duri à benih tumbuh, namun dihimpit semak duri dan mati.

Adalah orang yang hidup di dalam Tuhan, namun tidak dapat berbuah karena himpitan dunia ini: kekayaan, ketenaran, kekuatiran, dll. Contoh gampangnya adalah para artis Kristen kita.

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Hidup kerohanian kita itu bagaikan pohon salak pondoh. Semakin banyak dahan/ cabang justru membuatnya tidak akan berbuah, karena gizinya justru dipergunakan untuk menghidupi cabang-cabang tersebut. Cabang di dalam hidup kita itu bisa keluarga, studi, pekerjaan, pelayanan, dll. Semakin besar tanggung jawab yang kita pikul, kita harus semakin berhati-hati agar tidak kehilangan kasih terhadap orang-orang tertentu.

4. Tanah yang baik à benih tumbuh dan berbuah.

Adalah orang yang terbuka oleh firman Tuhan dan diubahkan karenanya.

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”

Tahukah kalian, orang yang luar biasa adalah orang yang nampak biasa-biasa saja (gak neko-neko) namun hidupnya menghasilkan banyak buah yaitu menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Jenis orang seperti apakah saya?

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: