jump to navigation

05 Januari 2008 Februari 11, 2008

Posted by pemudagkkk in KOMITMEN.
trackback

KOMITMEN DALAM DISIPLIN ROHANI

by: Ev. Andi Setiawan Koo (Koo Tjie Liang/ KTL)

Dalam persekutuan kali ini KTL menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 15:1-5, yaitu mengenai pokok anggur yang benar. Setelah menjabarkan kebenaran firman Tuhan, pemuda dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk saling sharing dan menuliskan target dan komitmen mereka dalam hal disiplin rohani di tahun 2008 ini. Sebelumnya KTL mengingatkan bahwa target adalah sesuatu yang mau kita kejar dan bisa diukur.

Apa target dan komitmenmu dalam disiplin rohani di tahun 2008 ini?

Sebuah artikel mengenai disiplin rohani…

LATIHAN VS MENCOBA

Kebenaran tentang Disiplin Rohani

Bayangkan sekelompok orang datang ke rumah Anda, mengganggu rutinitas Anda menyaksikan televisi sambil makan keripik, dan membawa pesan penting: “Berita bagus! Kami dari Komite Olimpiade. Kami mencari orang untuk berlari dalam marathon untuk Olimpiade mendatang. Kami memiliki statistik setiap orang di seluruh negeri dalam komputer. Kami sudah memeriksa data setiap orang- kinerja mereka dalam tes kebugaran di sekolah, bentuk tubuh, struktur tulang, sampai persentase lemak tubuh. Kami telah menentukan Anda adalah orang paling tepat di negara ini yang berkesempatan membawa pulang medali emas dalam marathon. Jadi Anda masuk ke dalam tim. Anda akan berlari dalam perlombaan itu. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.”

Anda pasti tercengang karena jarak terjauh yang pernah Anda tempuh dengan berlari adalah dari sofa ke lemari es. Tapi setelah rasa terkejut pertama lewat, Anda tiba-tiba menyadari apa yang terjadi dalam hidup Anda. Anda membayangkan bergabung dengan atlet-atlet top dari seluruh dunia. Anda membiarkan diri Anda percaya bahwa mungkin Anda memang memiliki kemampuan itu. Pada malam hari Anda bermimpi berdiri di podium setelah perlombaan dan mendengarkan lagu kebangsaan, melihat bendera dinaikkan, dan Anda membungkuk untuk menerima medali emas.

Anda mulai merasa betapa pentingnya ini. Tubuh Anda yang akan mengenakan seragam atlet itu, dengan jutaan orang menyaksikan lewat televisi. Tapi ada yang lebih kuat dari tekanan orang lain. Ada semangat dari dalam hati yang mengatakan, “Ini adalah perlombaan yang diciptakan untuk saya ikuti. Ini adalah takdir saya. Inilah alasan mengapa saya dilahirkan. Ini kesempatan saya!”

Perlombaan ini menjadi hasrat terbesar bagi hidup Anda. Mendominasi pikiran Anda. Siang dan malam untuk berlari dengan baik dalam perlombaan -dan menang jika bisa- menjadi pusat perhatian eksistensi Anda. Itu yang membuat Anda bangun pada pagi hari. Untuk itu Anda hidup. Kesempatan sekali seumur hidup.

Lalu Anda tersadar. Sekarang Anda tidak mungkin berlari dalam marathon. Lebih tepat lagi, Anda tetap tidak bisa berlari dalam marathon walaupun dengan berusaha sekuat tenaga. Sekedar berusaha keras tidak akan berarti banyak. Kalau Anda serius untuk meraih kesempatan sekali seumur hidup ini, Anda harus masuk dalam kehidupan latihan. Anda harus mengatur hidup Anda agar bisa menjalani latihan-latihan tertentu yang memungkinkan Anda melakukan apa yang tidak bisa Anda lakukan sekarang hanya dengan kekuatan kemauan. Untuk berlari dalam marathon, Anda harus berlatih, bukan cuma berusaha.

Kebutuhan latihan ini bukan hanya untuk olahraga. Latihan dibutuhkan bagi orang yang ingin memainkan alat musik, belajar bahasa asing, atau menjalankan bisnis. Bahkan latihan dibutuhkan untuk tiap tantangan berarti dalam hidup -termasuk pertumbuhan rohani.

(Diambil dari The Life You’ve Always Wanted)

PS: Buku ini adalah recommended book untuk teman-teman yang rindu memiliki kehidupan rohani yang hidup!!!

© ine

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: