jump to navigation

5 Juli 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

PONDASI DASAR PELAYANAN

by: Ev. Andi Setiawan Ko

Apa yang terpikirkan ketika kita mendengar kata ”pelayanan”?

Biasanya pelayanan dimaknai sebagai:

  • Keterlibat dalam kegiatan/ aktifitas gereja
  • Kegiatan sosial, yi menolong orang yang membutuhkan
  • Kerja yang tidak dibayar/ sukarela
  • Aktifitas pemberitaan Injil

ALKITAB berkata:

”Layanilah seorang akan yang lain, sesuai dengan karunia yang telah diperoleh tiap-tiap orang sebagai pengurus yang baik dari kasih karunia Allah.”(1 Petrus 4:10)

Jadi pelayanan adalah semua bentuk aktifitas dalam gereja Tuhan yang dilakukan sebagai respon terhadap kasih karunia Allah. Pelayanan adalah timbal balik dari kasih karunia Tuhan Yesus yang diwujudkan dengan membagikannya kepada orang lain. Ibadah kita setiap minggu pun termasuk dalam pelayanan.

Sayangnya banyak gereja hanya mencetak aktifis gereja, bukan pelayan Tuhan. Kita sibuk terlibat dalam kegiatan gereja hingga lupa bagaimana hidup seperti Tuhan Yesus.

Atau seringkali juga kita terjebak dalam motivasi yang salah dalam pelayanan gereja, seperti menambah teman, mengisi waktu luang, kebiasaan keluarga, dsbnya.

Motivasi adalah pondasi dari pelayanan. Sehingga seharusnya yang menjadi motivasi kita dalam pelayanan adalah:

  • Semua bentuk pelayanan adalah bentuk ucapan syukur atas anugrah keselamatan. Pelayanan adalah respon membagi kasih karuniaNya kepada orang lain.
  • Belajar menjadi serupa dengan Kristus: meneladani pelayanan Yesus dalam kehidupan sehari-hari

Motivasi kita dalam melayani menjadi sinyal apakah pelayanan kita berfokus pada Kristus. Penatalayan sejati adalah penatalayan yang berfokus pada Kristus dalam melayani, bukan pada apa yang dia kerjakan.

Salah satu cara mengecek apakah kita masih berfokus pada Kristus adalah ketika pujian datang atas pelayanan yang kita lakukan. Cek motivasi yang selanjutnya muncul pada pelayanan-pelayanan kita ke depan. Apakah kita jadi haus pujian?

Ada beberapa faktor yang menghambat pelayanan:

  • Tidak ada persiapan matang secara rohani
  • Tidak ada persiapan pengetahuan iman yang baik
  • Tidak ada persiapan untuk keterampilan-keterampilan khusus pelayanan

Pelayanan bukan sekedar ”Saya ingin melayani” tapi juga ”Saya siap melayani” dan ”Saya mampu melayani”

Untuk terlibat dalam pelayanan dan berkata:

  • ”Saya SIAP melayani”, dibutuhkan kematangan rohani. Yaitu bagian tidak terlihat dalam kehidupan rohani Kristen yang adalah hidup ibadah pribadi, meliputi: penyelidikan Alkitab pribadi, persekutuan dengan anak Tuhan lain, waktu doa pribadi, waktu teduh pribadi, dan pemberitaan Injil pribadi.
  • ”Saya MAMPU melayani”, itu berarti kita mau memperbaiki watak/ karakter supaya menjadi serupa dengan Kristus yang sempurna dan kudus.

Dan ketika kita melakukan kegiatan pelayanan, harus mencakup semua yang ada di Pohon Kehidupan Rohani Kristen. Karena Kehidupan Pelayanan Rohani Kristen itu pada hakekatnya sama dengan Pohon Kehidupan Rohani Kristen.

Dan kita harus selalu ingat, makna pelayanan adalah aktifitas yang kita lakukan sebagai respon rasa syukur atas karunia Tuhan.

28 Juni 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

HARAPAN ORTU vs IMPIAN PEMUDA

by: Ev. Daniel S. Giamulia

”Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan,

karena haruslah demikian.” (Efesus 6:1)

Firman Tuhan diatas menjadi jawaban bagaimana kita harus bersikap apabila terjadi perbedaan antara harapan orang tua dan impian kita sebagai pemuda.

Anak Tuhan (orang Kristen) tidak boleh memberontak terhadap orang tua. Kita harus menghormati mereka. Ini adalah salah satu unsur ketaatan seperti yang disebutkan dalam FirTu di atas.

Jadi saat ada perbedaan antara harapan orang tua dan impian kita, saat kita mau memberontak, kita harus ”memberontak” sebagai orang Kristen. Yaitu dengan tetap menerapkan FirTu dalam Efesus 6:1. Kita bisa berdiskusi/ berdebat dengan orang tua secara sopan. Apabila perbedaan masih belum bisa di atasi dengan jalan tersebut, kita tetap taat dan hormat, menuruti harapan mereka sambil pelan-pelan terus meyakinkan mereka akan impian kita. Dan jangan lupa BERDOA.

Saat kita taat pada orang tua kita, itu adalah sesuatu yang indah di hadapan Tuhan. Karena ortu ditetapkan oleh Tuhan sehingga mereka memiliki otoritas atas kita. Saat kita memberontak kepada orang tua, itu berarti sama saja dengan kita memberontak kepada Tuhan.

Mohon hikmatNya dalam menghadapi jurang perbedaan antara harapan orang tua dan impian kita. Dan terus berdoa!

21 Juni 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

MENGELOLA KONFLIK dalam keluarga

by: Ev. Jonly Joihin

Beberapa konflik keluarga yang diceritakan dalam ALKITAB:

  • Konflik keponakan–paman, yi Abraham vs Lot (Kejadian 13:7-9)
  • Konflik kakak-adik, yi Yakub vs Esau (Kejadian 33:8-9)
  • Konflik antar anak dalam keluarga, yi Yusuf vs saudara-saudaranya (Kejadian 50:15-21)

KONFLIK (dalam sosiologi) didefinisikan sebagai proses sosial antara dua kelompok/ lebih, dua orang/ lebih, dimana satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan cara menyingkirkan/ menghancurkan.

Jadi, selama masih ada manusia, maka masih akan ada konflik.

Konflik muncul karena ada perbedaan dari tiap individu. Misalnya perbedaan fisik, pandangan atau keyakinan.

UNSUR KONFLIK:

  • Individu/ manusia hidup
  • Interaksi
  • Adanya perbedaan à padahal tiap manusia itu berbeda! Jadi dengan kata lain, konflik adalah realita kehidupan manusia yang tidak bisa dihindari. Semakin dewasa, konflik dalam keluarga makin banyak/ makin tajam. Misalnya adalah masalah warisan.

SUMBER KONFLIK adalah PERBEDAAN INDIVIDU:

  • Sifat
  • Latar belakang – pergaulan
  • Kepentingan
  • Perubahan. Misalnya: kakak cowok menikah dan istrinya dibawa masuk ke rumah orang tua. Adik perempuan bisa merasa terancam, ada saingan dan akhirnya menimbulkan konflik.

Akibat konflik dalam keluarga akan sangat besar. Bahkan kadang lebih besar daripada konflik dengan teman. Contohnya adalah iklan pemutusan hubungan antara ayah-anak yang dimuat di surat kabar.

Konflik tidak mungkin bisa hilang, tapi bisa dikelola. Dasar yang paling utama dalam mengelola konflik dalam keluarga adalah IKATAN KELUARGA yang sebenarnya tidak mungkin diputuskan.

YANG HARUS KITA LAKUKAN:

  1. Bersikap positif terhadap konflik. Karena konflik bisa membawa hasil yang positif. Dalam pernikahan konflik adalah adalah bumbu yang membuat hubungan suami-istri makin mesra. Untuk diri sendiri, konflik bisa mendorong kita lebih dewasa dan bijaksana.
  2. Mengalah dan lebih sabar.

Konflik bisa disebabkan perbedaan tiap individu dan situasi, misal krisis. KRISIS tidak akan terus menerus terjadi. Sikap mengalah dan sabar akan meminimalisir terjadinya konflik yang membuat keadaan jadi lebih kacau. Ingat, krisis merupakan sumber potensi konflik. Waspadalah!!!

  1. Lebih mau mendengarkan dan memahami sudut pandang orang lain. Kompromi adalah salah satu jalan agar setiap orang bisa sama-sama belajar.
  2. Jangan melibatkan orang ketiga yang bisa menambah panas konflik
  3. Belajar mengampuni (minta maaf) dan melupakan

14 Juni 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

Meskipun kami bersaudara, kami berbeda

by: Sdri Suveina

Dalam persekutuan yang lalu, kita belajar bahwa peran kita (anak) dalam keluarga adalah sama. Tapi sekarang kita akan belajar bahwa meskipun kita (anak) dalam keluarga bersaudara, ternyata kita berbeda.

KEBIASAAN ORANG TUA PADA UMUMNYA:

  • Orang tua memperlakukan anak tunggalnya sesuai dengan keinginan orang tuanya.
    mis: cita-cita, orang tua yang mengurus jurusan yang sesuai dengan keinginan mereka tanpa melihat kemampuan/ minat anak.
  • Orang tua membanding-bandingkan antara anak yang satu dengan yang lainnya.
    mis: Kesuksesan, kepintaran, dsb.

Dalam hal ini ingin menekankan bahwa sadar/ tidak sadar sesungguhnya setiap kita manusia itu berbeda-beda. 1 Korintus 12: 12-19 berkata:

Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak, dan segala anggota itu, sekalipun banyak, merupakan satu tubuh, demikian pula Kristus. Sebab dalam satu Roh kita semua, baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, baik budak, maupun orang merdeka, telah dibaptis menjadi satu tubuh dan kita semua diberi minum dari satu Roh. Karena tubuh juga tidak terdiri dari satu anggota, tetapi atas banyak anggota. Andaikata kaki berkata: “Karena aku bukan tangan, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Dan andaikata telinga berkata: “Karena aku bukan mata, aku tidak termasuk tubuh”, jadi benarkah ia tidak termasuk tubuh? Andaikata tubuh seluruhnya adalah mata, di manakah pendengaran? Andaikata seluruhnya adalah telinga, di manakah penciuman? Tetapi Allah telah memberikan kepada anggota, masing-masing secara khusus, suatu tempat pada tubuh, seperti yang dikehendaki-Nya. Andaikata semuanya adalah satu anggota, di manakah tubuh?

Latar Belakang surat Paulus kepada jemaat di Korintus
Saat itu jemaat Korintus sedang terjadi perdebatan mengenai persoalan kehidupan, kepercayaan dan karunia-karunia yang dimiliki oleh mereka itu berbeda-beda.

1. Tuhan menciptakan manusia itu berbeda/ unik.

Rasul Paulus menggambarkannya dengan gambaran tubuh beserta anggota-anggotanya. Setiap anggota punya fungsi dan perannya masing-masing. Demikian juga dengan kita, kita masing-masing punya fungsi dan peran yang berbeda.

Contoh : Perumpamaan Talenta (Matius 25:15). Kita kerjakan sesuai dengan kemampuan / talenta yang Tuhan percayakan kepada kita. Jangan sampai kita seperti orang yang diberi 1 talenta.

2. Tuhan ingin kita bersatu meskipun berbeda (ay. 20-26)

Satu dihormati maka, semua juga akan dihormati. Satu dicemooh maka, semua juga akan mendapat malu.

Demikian juga dengan kita di dalam keluarga, kalo satu dipuji maka nama keluarga kita juga dipuji. Kalo satu dihina maka nama keluarga kita juga dihina. Untuk itu marilah kita sama-sama menjaga keluarga kita dan kita mau sama-sama membawa keluarga kita untuk memuliakan Tuhan.

Jadi, yang dapat kita lakukan sebagai pemuda/i yang percaya kepada Tuhan :

1. Sadar bahwa Tuhan menciptakan kita berbeda/unik.

2. Kalaupun dituntut ortu, biarlah tuntutan itu tidak menjadi beban tetapi justru jadi motivasi untuk lebih bersemangat lagi.

3. Tahu bahwa dalam perbedaan kita, Tuhan tetap ingin kita bersatu (khususnya dalam keluarga).

4. Bersama keluarga, kita mau memuliakan Tuhan. Amin.

7 Juni 2008 Juli 11, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

PERAN ANAK DALAM KELUARGA

by: Ev. Andy Setiawan Ko

ALKITAB berkata:

  • “Hormatilah ayahmu dan ibumu, supaya lanjut umurmu di tanah yang diberikan TUHAN, Allahmu, kepadamu.” (Keluaran 20 : 12)
  • “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu di dalam Tuhan, karena haruslah demikian. Hormatilah ayahmu dan ibumu – ini adalah suatu perintah yang penting, seperti yang nyata dari janji ini : supaya kamu berbahagia dan panjang umurmu di bumi.” (Efesus 6 : 1-3)
  • “Hai anak-anak, taatilah orang tuamu dalam segala hal, karena inilah yang indah dalam Tuhan (Kolose 3: 20)

PANDANGAN ALKITAB mengenai peran anak:

  • Seorang yang menghormati (Keluaran 20: 12; Efesus 6: 2)
  • Seorang yang menaati (Kolose 3: 20; Efesus 6: 1)
  • Seorang yang menolong (Kejadian 1: 27,28; Filipi 2: 22)

PRINSIP ALKITAB:

1. Menghormati orang tua adalah perintah Allah.

  • menghormati harus dilakukan tanpa melihat keadaan dan kondisi orang tua.
  • otoritas orang tua adalah otoritas Allah yang diberikan kepada mereka.
  • orang tua adalah sumber dari keberadaan anak.

2. Menaati orang tua harus dilakukan oleh anak.

  • menaati dalam segala sesuatu.
  • menaati harus berani berbagi pikiran dan perasaan.
  • menaati tidak melakukan sesuatu yang berdosa.
  • menaati tidak melakukan sesuatu yang ilegal.
  • menaati dalam kesetiaan kepada Yesus merupakan hal yang mutlak.

3. Seorang anak menolong orang tua demi pertumbuhan bersama.

  • menolong berarti menyukakan hati/ meringankan beban orang tua.
  • menolong berarti menjadi saluran berkat bagi orang tua.
  • menolong berarti menerima delegasi dari orang tua dalam menjalankan peran mereka.

PETUNJUK PRAKTIS:

1. Hentikan segala tindakan yang dapat membuat orang tua kecewa, sedih, putus asa, atau marah.

2. Ampuni orang tua atas sakit hati yang menghalangi untuk hormat atau taat.

3. Tunjukkan hormat dan taat sehingga orang tua merasa dihargai.

4. Mohon hikmat dari Roh Kudus dapat melakukan peran anak yang membawa kepada keselamatan.

24 Mei 2008 Juni 8, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

SEMINAR ‘THE SECRET’

By: Pdt. Rachmiati (Dosen SAAT Malang)

17 Mei 2008 Juni 8, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

SUKSES DI MATA TUHAN

by: Ev. Welly

Ev. Welly memandang kesuksesan dengan pendekatan yang dimulai dari akhir. Apa itu maksudnya? Mari kita membahasnya lebih lanjut…

Matius 24:37-44

Perikop ini berbicara mengenai kedatangan Anak Manusia kelak. (BACA ALKITABNYA!!!) Dan dalam perikop ini diceritakan bagaimana kalau ada dua orang yang sedang bekerja namun hanya seorang yang akan dibawa, sementara yang lain akan ditinggalkan.

FAKTA 1 (@ ur market place): Dua orang bisa sama-sama sibuk, namun hanya satu yang akan dibawa.

Matius 24:45-51

Perikop ini berbicara mengenai hamba yang diberi kepercayaan oleh tuannya untuk mengurus orang-orangnnya selama tuan itu pergi. Berbahagialah hamba yang setia dan bijaksana yang didapati tuannya melakukan tugas itu ketika tuannya itu pulang. Namun apabila hamba itu jahat – tidak melakukan tugasnya dengan baik, pada waktu yang tidak disangkanya, tuannya akan kembali dan akan menghukum hamba yang jahat itu.

FAKTA 2 (@ ur church): hubungan kita dengan Allah seperti seorang hamba dan tuan. Sebagian hamba yang baik, akan diangkat naik, sebagian lagi yang tidak berlaku benar akan ditinggalkan.

Matius 25:1-13

Perikop ini berisi perumpamaan tentang 5 Gadis Bodoh dan 5 Gadis Bijaksana

Kesepuluh gadis ini sama-sama menanti, sama-sama kecapekan, dan sama-sama membawa pelita.Yang membedakan mereka hanyalah persediaan minyak yang mereka bawa.

Hal yang menarik dalam perumpamaan ini dalah penggunaan “gadis” sebagai tokohnya. Gadis atau perempuan umumnya memiliki kecenderungan lebih teliti, lebih pandai berhitung (dibanding laki-laki).

Persediaan minyak menggambarkan perhitungan yang mereka lakukan. Gadis yang tidak membawa persediaan minyak menandakan diri mereka yang perhitungan/ tidak mau memberikan lebih. Hal ini sama halnya dengan beberapa orang diantara kita sekarang ini yang memberikan persepuluhan atau melakukan pelayanan karena ingin mendapatkan berkat dari Tuhan, jodoh misalnya. Apabila kita memiliki sikap seperti ini, kita mesti bertanya pada diri kita, “Apakah kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan? Ataukah sesungguhnya sikap hati kita ini hanyalah ingin memanfaatkan Tuhan? Siapa/ apa yang menguasai hati kita?”

FAKTA 3 (in ur heart): Tuhan mencari orang yang radikal bagiNya, orang yang tidak hitung-hitungan.

Matius 25:14-30

Perikop ini berisi perumpamaan mengenai talenta; seseorang yang hendak pergi ke luar negeri, dan mempercayakan hartanya kepada 3 orang hambanya. Masing-masing diberikan bagian menurut kesanggupannya. Jadi pembagiannya tidak sama rata, namun sesuai dengan kehendak sang pemilik harta. Hamba yang pertama dan kedua berhasil mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mereka. Berbeda halnya dengan hamba ketiga yang justru mengubur talenta yang dipercayakan kepadanya. Ketika sang tuan kembali, hamba pertama dan kedua mendapatkan reward yang sama atas usaha mereka, walaupun secara “jumlah” mereka menghasilkan jumlah yang berbeda. Sementara hamba yang ketiga, hamba yang jahat dan malas, yang mengenal tuannya tapi tidak berlaku sebagaimana yang semestinya, dihukum.

FAKTA 4 (@ ur attitude and gratitude): Tuhan mau sikap hati yang tahu bagaimana kasih karunia Tuhan, yaitu tidak hanya menyimpan talenta yang dipercayakan namun juga mengembangkannya.

Matius 25:31-46

Perikop ini bercerita mengenai pemisahan antara kambing dan domba saat Anak Manusia datang. Saat itu domba akan menerima Kerajaan yang telah disediakan bagi mereka, sementara kambing akan dienyahkan ke tempat siksaan yang kekal.

Pembeda antara kambing dan domba ini terletak dalam bagaimana mereka melaksanakan hukum yang terutama, yaitu mengasihi Allah dan mengasihi manusia. Seseorang yang mengasihi Allah, akan mengasihi juga manusia ciptaanNya.

Domba adalah mereka yang hidupnya tidak dibatasi oleh pelayanan tertentu. Karena pelayanan yang sesungguhnya adalah “yang tidak terlihat”, misalnya di rumah, keluarga, di lingkungan sekitar.

FAKTA 5 (@ ur whole life): Orang yang sungguh mengasihi Tuhan tidak hitung-hitungan dalam melayani.

Fakta-fakta tersebut bisa dirangkum menjadi:

They are living and working at the same place

They are growing and serving at the same church

They are waiting for the same Lord and King

They have the same responsibility according their ability

They life a same live

BUT…

Some will endure the eternal failure

And the rest will endure the eternal success

Where will you endure forever?

Tuhan mau kita memiliki sikap hati yang spontan, yang memuji Tuhan, itu adalah sukses.

Kesuksesan di mata Tuhan bukan seperti yang dunia gambarkan yaitu dengan pencapaian-pencapaian. Namun yang sesuai dengan perkataan Tuhan yaitu kita sungguh-sungguh menerima kasih karunia Tuhan dan mempertanggungjawabkannya untuk kemuliaan Tuhan. Amin.

©ine ‘08

10 Mei 2008 Juni 8, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

-

3 Mei 2008 Juni 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

SUAM-SUAM KUKU

by: Pak Sum Hadianto

Bacaan: Wahyu 3:14-22

Ada 3 jenis kondisi jemaat Tuhan:

1. Panas: meluap-luap, berkobar dlam Tuhan

2. Dingin: mati, tidak bergerak, stagnan, jauh dari Tuhan

3. Suam-suam kuku:

  • tidak berdosa, tetapi juga tidak melakukan apa-apa untuk Tuhan
  • membuat orang buta matanya. Ia puas dengan keberadaannya, berpikir bahwa dirinya kaya dan tidak menyadari bahwa dirinya miskin.
  • sulit ditegur, tidak ‘merasa’ saat ditegur. Bahkan ia cenderung berpikir kalau teguran itu lebih cocok untuk orang lain.

Orang yang suam-suam kuku adalah orang-orang yang mengaku mengenal Allah namun perbuatannya menyangkal Dia. Contoh orang yang suam-suam kuku dalam zaman Yesus adalah orang Farisi. Yesus menyebut mereka munafik, dan berkata kepada mereka, sesuai nubuatan Yesaya, “Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya padahal hatinya jauh dari padaKu” (Markus 7:6)

Saat kita meneladani Tuhan yaitu dengan berbuat baik, seharusnya hati kita melekat pada Tuhan

Tuhan tidak suka yang kondisi jemaat yang suam-suam kuku, makanya Dia berkata, “Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku”. Ia mau kita itu ‘jelas’, PANAS atau DINGIN. Kalau PANAS, Ia dapat memberkati kita, tapi kalau DINGIN, Ia dapat mendisiplin kita sehingga kita bertobat. Jadi, sadarilah keadaan diri kita yang sesungguhnya, dan datang kepada Tuhan. “… maka Aku menasihatkan engkau, supaya engkau membeli dari pada-Ku emas yang telah dimurnikan dalam api, agar engkau menjadi kaya, dan juga pakaian utih supaya engkau memainya, agar jangan kelihatan ketelanjanganmu yang memalukan; dan lagi minyak untuk melumas matamu, supaya engkau dapat melihat.” Tanpa mengakui keadaan diri kita yang sesungguhnya, kita tidak akan bertobat.

Amsal 3: 5-6 merupakan kunci supaya kita BEBAS dari keadaan suam-suam kuku:

“Percayalah kepada Tuhan dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”

Mengapa kita mempercayai Tuhan dengan segenap hati kita, bukan dengan otak/ pemikiran kita? Karena hati merupakan tempat di mana perasaan dan kehendak berpusat. Hati juga merupakan tempat di mana Roh Kudus bekerja. Pengertian intelektual kita tidak akan mengubah kehidupan kita. Firmannya yang bekerja dalam hati kita lah yang akan mengubah hidup kita.

Karena itu kita harus mengaminkan firman Tuhan dan melakukannya dalam hidup kita. Pak Sum Hadianto memberikan contoh, untuk menang atas dosa, kita dapat menggunakan Roma 6:4 (“Dengan demikian kita telah dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan dalam kematian, supaya, sama seperti Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati oleh kemuliaan Bapa, demikian juga kita akan hidup dalam hidup yang baru”). Filipi 4:6-7 untuk menang atas kekhawatiran, dan Amsal 31:30 untuk menjaga diri supaya tidak terjatuh dalam dosa perzinahan.

Alah menciptakan kita untuk menjadi wadah tempat Allah menaruh berkat Ilahi. Karena itu, datanglah dalam bejana yang kosong kepada Allah.

KESIMPULANNYA, supaya kita tidak jatuh dalam keadaan suam-suam kuku kita harus:

  • Tertib dalam kehidupan berjuang. Kolose 3:23 berkata, “Apapun juga yang perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” Itu artinya setiap aspek kehidupan kita adalah untuk Tuhan. Karena itu kita harus berjuang dalam setiap aspek kehidupan.
  • Mengandalkan kuasa Roh Kudus Tuhan
  • Persekutuan dengan orang lain untuk saling mendukung,mendorong, menguatkan
  • Memandang kehidupan sebagai pertandingan dengan diri sendiri. Pertandingan adalah dengan diri sendiri. To be my best, sesuai dengan karunia dan berkat yang Tuhan percayakan dalam hidup setiap kita.

Pak Sum berkata orang yang berjuang bersama Tuhan, walaupun hasilnya tidak sebaik orang yang memang bertalenta tapi malas-malasan, akan mendapat nilai yang jauh lebih tinggi di mata Tuhan. Apabila kita berhenti berjuang, berarti kita dalam kondisi suam-suam kuku. Janganlah kita hanya mengerti tapi juga berbuat sesuatu sesuai kehendak Tuhan.

Barangsiapa Kukasihi, ia Kutegor dan Kuhajar; sebab itu relakanlah hatimu dan bertobatlah!”

12 April 2008 April 26, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

BERLIPAT GANDA

By: KTL

Tuhan memiliki standar yang tinggi, yaitu kesempurnaan. “Sempurna” berarti utuh, lengkap. Ia juga menuntut supaya kita dapat berbuah banyak

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

(Matius 5:48)

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku

(Yohanes 15:8)

Matius 13:1-9, 18-23 berbicara mengenai perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Dengan menggunakan analogi tanah dimana benih itu jatuh, Tuhan Yesus hendak menggambarkan empat jenis orang:

1. Tanah di pinggir jalan à benih dimakan burung

Adalah orang orang berulangkali mendengar firman Tuhan namun tidak mengalami perubahan di dalam dirinya. Ia merasa cukup dengan menjadi “orang baik”.

“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

2. Tanah yang berbatu-batu à benih tumbuh, namun kemudian layu

Adalah orang yang bersemangat terhadap firman Tuhan namun tidak menyediakan hati untuk firman itu bertumbuh di dalam hidupnya.

“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”

3. Tanah yang bersemak duri à benih tumbuh, namun dihimpit semak duri dan mati.

Adalah orang yang hidup di dalam Tuhan, namun tidak dapat berbuah karena himpitan dunia ini: kekayaan, ketenaran, kekuatiran, dll. Contoh gampangnya adalah para artis Kristen kita.

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Hidup kerohanian kita itu bagaikan pohon salak pondoh. Semakin banyak dahan/ cabang justru membuatnya tidak akan berbuah, karena gizinya justru dipergunakan untuk menghidupi cabang-cabang tersebut. Cabang di dalam hidup kita itu bisa keluarga, studi, pekerjaan, pelayanan, dll. Semakin besar tanggung jawab yang kita pikul, kita harus semakin berhati-hati agar tidak kehilangan kasih terhadap orang-orang tertentu.

4. Tanah yang baik à benih tumbuh dan berbuah.

Adalah orang yang terbuka oleh firman Tuhan dan diubahkan karenanya.

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”

Tahukah kalian, orang yang luar biasa adalah orang yang nampak biasa-biasa saja (gak neko-neko) namun hidupnya menghasilkan banyak buah yaitu menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Jenis orang seperti apakah saya?

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.