26 Januari 2008 Februari 11, 2008
Posted by pemudagkkk in KOMITMEN.add a comment
Persekutuan Sabtu, 26 Januari 2008 seharusnya membicarakan tentang KOMITMEN DALAM BEKERJA yang dibawakan oleh Ev. Betty Tjiptalestari. Namun karena hujan badai mengguyur kota Jogja, terpaksa tema ini di drop dan pembicara pun dibatalkan. Akhirnya persekutuan kali ini diisi dengan puji-pujian, dan doa bersama, khususnya untuk pelayanan di gereja dan doa untuk ShiMu yang sedang sakit.
Walaupun tidak ada firman Tuhan tentang bekerja, dari persekutuan ini saya disadarkan bahwa bekerja apapun baik di lingkungan pelayanan (mis: gereja) atau di dunia sekuler kalau kita melakukannya untuk Tuhan itu adalah pelayanan. Tapi kalau motivasi bekerja hanya untuk diri sendiri, misalnya untuk urusan perut, yah, walaupun kerja di gereja (yang katanya pelayanan), ya sebenarnya bukan pelayanan di mata Tuhan.
Para penatalayan dalam persekutuan pemuda Sabtu ini diuji apakah mereka sungguh-sungguh bekerja melayani Tuhan atau diri sendiri. Dengan jumlah jemaat yang sedikit, dengan acara yang tidak sesuai dengan rencana, dengan kondisi cuaca yang tidak mendukung, apakah mereka masih bersemangat melayani? Hanya mereka dan Tuhan yang tahu… J
© ine ‘08
19 Januari 2008 Februari 11, 2008
Posted by pemudagkkk in KOMITMEN.add a comment
KOMITMEN DALAM KELUARGA
by: Pdt. Welly Hendrik, S. Th., MA
Saat ini beberapa dari keluarga Kristen mengalami kemunduran nilai-nilai sosial, budaya, etika dan moral. Hal ini terbukti dengan meningkatnya kenakalan remaja, ‘perseteruan’ anak dan orang tua, pergaulan bebas, penggunaan obat-obat terlarang, aborsi, perkawinan campur, dsbnya.
Melalui pertemuan ini (persekutuan pemuda), diharapkan nantinya pemuda dapat memberikan kontribusi nyata dalam keluarganya masing-masing. Yaitu dengan menciptakan suatu terobosan pembaharuan komitmen dalam keluarganya.
Komitmen dalam keluarga dapat dilakukan dengan membuat terobosan dalam pembaharuan sebagai berikut:
- Pembaharuan hubungan vertikal dengan Tuhan dalam keluarga (Yoh 14:21; 15:5b)
- Ini adalah hal yang penting sekali.
- Dapat dilakukan antara lain dengan persekutuan/ ibadah keluarga (family alter): renungan keluarga, doa bersama, renungan pribadi, dsbnya. Pemulihan luka-luka batin dan pelayanan pelepasan, mis: suami, istri atau anak yang merasa pernah ditolak dalam keluarga atu tidak diterima. Harus ada pelepasan yang nyata agar terhapus dari semua masalah dan pergumulan yang menjadi luka batin.
- Pentingnya ibadah raya (Ibrani 10:25)
- Pembaharuan hubungan horizontal dalam keluarga (Yoh 13:34,35)
- Perlu ada pemberesan satu sama lain.
- SALING mengampuni, terbuka, menghormati, mendahului dalam memberi hormat, menghargai status SATU SAMA LAIN
- Belajar untuk bisa melupakan semua persoalan masa lalu
- Pembaharuan hubungan kasih dalam keluarga (Yoh 15: 9,10)
- SALING memperhatikan, menolong, menasihati, memberi, membela, mengasihi dengan kasih agape, membantu, memaafkan, memperhatikan, menutup kekurangan/ kelemahan, menghormati.
- Pembaharuan tanggung jawab dalam keluarga (Yoh 15:16)
- TANGGUNG JAWAB rohani, sosial, ekonomi, moral, edukasi, kebutuhan-kebutuhan mendasar (mis: disayang, dilindungi, didisiplin), kedisiplinan sesuai Firman Tuhan.
PS: Dalam persekutuan ini, Pdt Welly membagikan selembar kertas yang berisi poin-poin penting dalam khotbahnya. Teman-teman yang ingin mendapatkan kertas tersebut bisa menghubungi pengurus. J
© ine ‘08
12 Januari 2008 Februari 11, 2008
Posted by pemudagkkk in KOMITMEN.add a comment
KOMITMEN DALAM STUDI
by: Pdt. Obed
Definisi belajar menurut Alkitab:
- manthano (bahasa Yunani):
- to increase one’s knowledge, to learn by inquiry or observation (Mat 9:13)
- to learn by use and practice (Fil 4:11, 1 Tim 5:4)
- ginosko: to know by observation and experience (Mar 15:45-46
- akribo: to learn carefully (Matius 2:7)
- muea: to initiate into mysteries (secret) (Filipi 4:12)
Sebab itu sejak waktu kami mendengarnya, kami tiada berhenti-henti berdoa untuk kamu. Kami meminta, supaya kamu menerima segala hikmat dan pengertian yang benar, untuk mengetahui kehendak Tuhan dengan sempurna, sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah,
(Kolose 1:9-10)
Kata Alkitab tentang belajar:
Ø menerima segala hikmat dan pengertian
hikmat/ sophia
meaning : skill, wisdom
usage : cleverness, learning, wisdom
Ø layak dihadapanNya (walk in a manner worthy of the world)
peripateo
meaning : to walk
usage : behave, conduct ourselves, conduct yourselves, leading… life, leads… life
Ø memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik
karpophoreo
meaning : to bear fruit
usage : bear fruit
Ø bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah
auxano
meaning : to make to grow, to grow
usage : causes the growth, causing the growth, full grown, grew, grow, growing, grows, increase, increased, increasing, spreading
KOMPONEN BELAJAR
- Adanya transformasi. Transformasi (perubahan) adalah indicator bahwa kita sudah belajar.
Kalau kita sudah belajar tapi kitanya tidak berubah, berarti apa yang kita pelajari hanya berhenti sampai pada tahap pengetahuan. “Oow… gitu tho caranya masak”, “Oow… gitu tho komunikasi yang efektif”, cuman berhenti sampai di “ooow…” aja.
- Belajar adalah proses. Belajar menjadi gaya hidup yang kita lakukan di mana saja, kapan saja, dengan siapa saja, dengan cara apa saja.
Tidak terbatas hanya di sekolah saja….
- Belajar adalah respon kehidupan pribadi. Perlu mengenal diri sendiri dan memahami karakter pribadi.
Maksudnya kita harus paham tipe kita belajar itu bagaimana, ada yang bisa sambil mendengarkan musik, ada yang harus suasana kuburan (sepi maksudnya), ada yang belajar dengan melihat, ada yang harus dengan praktek dan lain-lain. Pahami diri sendiri karena tiap kita adalah unik. J
© ine ‘08
05 Januari 2008 Februari 11, 2008
Posted by pemudagkkk in KOMITMEN.add a comment
KOMITMEN DALAM DISIPLIN ROHANI
by: Ev. Andi Setiawan Koo (Koo Tjie Liang/ KTL)
Dalam persekutuan kali ini KTL menyampaikan firman Tuhan dari Yohanes 15:1-5, yaitu mengenai pokok anggur yang benar. Setelah menjabarkan kebenaran firman Tuhan, pemuda dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk saling sharing dan menuliskan target dan komitmen mereka dalam hal disiplin rohani di tahun 2008 ini. Sebelumnya KTL mengingatkan bahwa target adalah sesuatu yang mau kita kejar dan bisa diukur.
Apa target dan komitmenmu dalam disiplin rohani di tahun 2008 ini?
Sebuah artikel mengenai disiplin rohani…
LATIHAN VS MENCOBA
Kebenaran tentang Disiplin Rohani
Bayangkan sekelompok orang datang ke rumah Anda, mengganggu rutinitas Anda menyaksikan televisi sambil makan keripik, dan membawa pesan penting: “Berita bagus! Kami dari Komite Olimpiade. Kami mencari orang untuk berlari dalam marathon untuk Olimpiade mendatang. Kami memiliki statistik setiap orang di seluruh negeri dalam komputer. Kami sudah memeriksa data setiap orang- kinerja mereka dalam tes kebugaran di sekolah, bentuk tubuh, struktur tulang, sampai persentase lemak tubuh. Kami telah menentukan Anda adalah orang paling tepat di negara ini yang berkesempatan membawa pulang medali emas dalam marathon. Jadi Anda masuk ke dalam tim. Anda akan berlari dalam perlombaan itu. Ini adalah kesempatan sekali seumur hidup.”
Anda pasti tercengang karena jarak terjauh yang pernah Anda tempuh dengan berlari adalah dari sofa ke lemari es. Tapi setelah rasa terkejut pertama lewat, Anda tiba-tiba menyadari apa yang terjadi dalam hidup Anda. Anda membayangkan bergabung dengan atlet-atlet top dari seluruh dunia. Anda membiarkan diri Anda percaya bahwa mungkin Anda memang memiliki kemampuan itu. Pada malam hari Anda bermimpi berdiri di podium setelah perlombaan dan mendengarkan lagu kebangsaan, melihat bendera dinaikkan, dan Anda membungkuk untuk menerima medali emas.
Anda mulai merasa betapa pentingnya ini. Tubuh Anda yang akan mengenakan seragam atlet itu, dengan jutaan orang menyaksikan lewat televisi. Tapi ada yang lebih kuat dari tekanan orang lain. Ada semangat dari dalam hati yang mengatakan, “Ini adalah perlombaan yang diciptakan untuk saya ikuti. Ini adalah takdir saya. Inilah alasan mengapa saya dilahirkan. Ini kesempatan saya!”
Perlombaan ini menjadi hasrat terbesar bagi hidup Anda. Mendominasi pikiran Anda. Siang dan malam untuk berlari dengan baik dalam perlombaan -dan menang jika bisa- menjadi pusat perhatian eksistensi Anda. Itu yang membuat Anda bangun pada pagi hari. Untuk itu Anda hidup. Kesempatan sekali seumur hidup.
Lalu Anda tersadar. Sekarang Anda tidak mungkin berlari dalam marathon. Lebih tepat lagi, Anda tetap tidak bisa berlari dalam marathon walaupun dengan berusaha sekuat tenaga. Sekedar berusaha keras tidak akan berarti banyak. Kalau Anda serius untuk meraih kesempatan sekali seumur hidup ini, Anda harus masuk dalam kehidupan latihan. Anda harus mengatur hidup Anda agar bisa menjalani latihan-latihan tertentu yang memungkinkan Anda melakukan apa yang tidak bisa Anda lakukan sekarang hanya dengan kekuatan kemauan. Untuk berlari dalam marathon, Anda harus berlatih, bukan cuma berusaha.
Kebutuhan latihan ini bukan hanya untuk olahraga. Latihan dibutuhkan bagi orang yang ingin memainkan alat musik, belajar bahasa asing, atau menjalankan bisnis. Bahkan latihan dibutuhkan untuk tiap tantangan berarti dalam hidup -termasuk pertumbuhan rohani.
(Diambil dari The Life You’ve Always Wanted)
PS: Buku ini adalah recommended book untuk teman-teman yang rindu memiliki kehidupan rohani yang hidup!!!
© ine