jump to navigation

12 April 2008 April 26, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

BERLIPAT GANDA

By: KTL

Tuhan memiliki standar yang tinggi, yaitu kesempurnaan. “Sempurna” berarti utuh, lengkap. Ia juga menuntut supaya kita dapat berbuah banyak

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

(Matius 5:48)

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku

(Yohanes 15:8)

Matius 13:1-9, 18-23 berbicara mengenai perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Dengan menggunakan analogi tanah dimana benih itu jatuh, Tuhan Yesus hendak menggambarkan empat jenis orang:

1. Tanah di pinggir jalan à benih dimakan burung

Adalah orang orang berulangkali mendengar firman Tuhan namun tidak mengalami perubahan di dalam dirinya. Ia merasa cukup dengan menjadi “orang baik”.

“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

2. Tanah yang berbatu-batu à benih tumbuh, namun kemudian layu

Adalah orang yang bersemangat terhadap firman Tuhan namun tidak menyediakan hati untuk firman itu bertumbuh di dalam hidupnya.

“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”

3. Tanah yang bersemak duri à benih tumbuh, namun dihimpit semak duri dan mati.

Adalah orang yang hidup di dalam Tuhan, namun tidak dapat berbuah karena himpitan dunia ini: kekayaan, ketenaran, kekuatiran, dll. Contoh gampangnya adalah para artis Kristen kita.

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Hidup kerohanian kita itu bagaikan pohon salak pondoh. Semakin banyak dahan/ cabang justru membuatnya tidak akan berbuah, karena gizinya justru dipergunakan untuk menghidupi cabang-cabang tersebut. Cabang di dalam hidup kita itu bisa keluarga, studi, pekerjaan, pelayanan, dll. Semakin besar tanggung jawab yang kita pikul, kita harus semakin berhati-hati agar tidak kehilangan kasih terhadap orang-orang tertentu.

4. Tanah yang baik à benih tumbuh dan berbuah.

Adalah orang yang terbuka oleh firman Tuhan dan diubahkan karenanya.

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”

Tahukah kalian, orang yang luar biasa adalah orang yang nampak biasa-biasa saja (gak neko-neko) namun hidupnya menghasilkan banyak buah yaitu menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Jenis orang seperti apakah saya?

05 April 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

BERLIPAT GANDA

By: KTL

Tuhan memiliki standar yang tinggi, yaitu kesempurnaan. “Sempurna” berarti utuh, lengkap. Ia juga menuntut supaya kita dapat berbuah banyak

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna.

(Matius 5:48)

Dalam hal inilah Bapa-Ku dipermuliakan, yaitu jika kamu berbuah banyak dan dengan demikian kamu adalah murid-murid-Ku

(Yohanes 15:8)

Matius 13:1-9, 18-23 berbicara mengenai perumpamaan tentang seorang penabur yang menabur benih. Dengan menggunakan analogi tanah dimana benih itu jatuh, Tuhan Yesus hendak menggambarkan empat jenis orang:

1. Tanah di pinggir jalan à benih dimakan burung

Adalah orang orang berulangkali mendengar firman Tuhan namun tidak mengalami perubahan di dalam dirinya. Ia merasa cukup dengan menjadi “orang baik”.

“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.”

2. Tanah yang berbatu-batu à benih tumbuh, namun kemudian layu

Adalah orang yang bersemangat terhadap firman Tuhan namun tidak menyediakan hati untuk firman itu bertumbuh di dalam hidupnya.

“Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad.”

3. Tanah yang bersemak duri à benih tumbuh, namun dihimpit semak duri dan mati.

Adalah orang yang hidup di dalam Tuhan, namun tidak dapat berbuah karena himpitan dunia ini: kekayaan, ketenaran, kekuatiran, dll. Contoh gampangnya adalah para artis Kristen kita.

“Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah.”

Hidup kerohanian kita itu bagaikan pohon salak pondoh. Semakin banyak dahan/ cabang justru membuatnya tidak akan berbuah, karena gizinya justru dipergunakan untuk menghidupi cabang-cabang tersebut. Cabang di dalam hidup kita itu bisa keluarga, studi, pekerjaan, pelayanan, dll. Semakin besar tanggung jawab yang kita pikul, kita harus semakin berhati-hati agar tidak kehilangan kasih terhadap orang-orang tertentu.

4. Tanah yang baik à benih tumbuh dan berbuah.

Adalah orang yang terbuka oleh firman Tuhan dan diubahkan karenanya.

“Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat”

Tahukah kalian, orang yang luar biasa adalah orang yang nampak biasa-biasa saja (gak neko-neko) namun hidupnya menghasilkan banyak buah yaitu menjadi kesaksian bagi banyak orang.

Jenis orang seperti apakah saya?

29 Maret 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

Kemenangan atas Dosa (Apresiasi Film)

by: KTL

Dalam persekutuan terakhir di bulan Maret 2008 ini kita menonton salah satu episode Solusi yang tayang di SCTV tiap Senin pk 23.30.Episode ini mengangkat dua kisah, yang pertama tentang keluarga Handoko yang kehilangan anak perempuannya karena dibunuh oleh pacarnya. Dikisahkan bagaimana proses keluarga ini akhirnya berhasil mengampuni pembunuh anaknya. Kisah kedua bercerita tentang Jojo dari Filipina yang karena penyiksaan ayahnya lari dari rumah dan menjadi penjahat. Sampai akhirnya dia ’ditangkap’ oleh Tuhan dan mengampuni ayahnya.

Dalam suratnya kepada jemaat Korintus, Paulus memperingatkan mereka akan lima dosa, yaitu (1 Korintus 10:6-10):

  • menginginkan hal-hal yang jahat: pemuasan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain. Contohnya saat kita tidak taat aturan dalam mengendarai motor. Kita ingin sampai ke tempat tujuan secepat-cepatnya dan mengabaikan keselamatan serta kenyamanan orang lain.
  • menyembah berhala: memiliki sistem nilai di pikiran yang menentukan sesuatu lebih berharga dari Tuhan. Contohnya adalah seorang yang workaholic sampai melupakan waktu beribadah kepada Tuhan.
  • mencobai Tuhan: meminta Tuhan melakukan sesuatu di luar rencanaNya
  • bersungut-sungut: menempatkan diri di luar kedaulatan Allah
  • percabulan. Ingat, dosa percabulan juga bisa dilakukan di dalam pikiran!

Ketika kita mau berubah, hidup sesuai kehendak Tuhan maka kita harus:

  • bertobat mengakui dosa-dosa kita
  • memohon dan menerima pengampunan dari Tuhan Yesus
  • melepaskan pengampunan terhadap sesama
  • terus berjuang untuk melakukan pembaharuan budi, lepas dari belenggu dosa

Setelah kita bertobat, ada dosa yang dengan begitu mudahnya kita lepaskan. Namun mungkin ada dosa-dosa yang sulit dilepaskan dan terus membelenggu hidup kita. Hal ini bisa disebabkan karena kita belum memberikan pengampunan atas orang lain. Ketiadaan pengampunan juga membuat doa-doa kita tidak dijawab oleh Tuhan.

Dari kisah keluarga Handoko kita melihat bahwa ketiadaan pengampunan yang awalnya terjadi membuat keluarga ini menjadi kacau karena mereka menjadi mudah marah dan saling menyakiti. Dalam kisah Jojo kita juga melihat bahwa tindakan melepaskan pengampunan terhadap ayahnya memberikan ’kesempurnaan’ dalam imannya.

Melalui pengampunan, kita belajar memahami kasih Allah kepada manusia. Rasa sakit yang kita alami akibat perbuatan orang lain, hampir sama halnya dengan rasa sakit yang Allah alami karena dosa dan pelanggaran kita, manusia. Betapa seringnya kita menyakiti Allah, namun Allah memilih mengampuni kita melalui pengorbanan diriNya sendiri di atas kayu salib. Siapakah kita sehingga kita tidak mau mengampuni sesama kita? (Baca ringkasan khotbah ko Rony dua minggu yang lalu mengenai pengampunan!)

Mari kita memeriksa hati kita, masih adakah goresan luka yang belum disembuhkan? Kita menolak mengobati luka itu ketika kita memutuskan menggenggam erat pengampunan bagi orang yang sudah membuat luka itu. Luka yang dibiarkan tanpa obat dapat menjadi radang yang menimbulkan sakit yang luar biasa. Dan bisa jadi luka itulah sumber masalah mengapa kita berulangkali jatuh-bangun dalam dosa yang sama.

Selama kita hidup, kita akan terus berjuang untuk melawan dosa. Oleh karena itu kita harus tahu kapan dosa itu paling mudah menggoda. Mungkin saja di saat kita frustrasi, stress, marah atau mungkin saat kita capek secara fisik dan rohani, mungkin juga karena lingkungan. Kenali saat-saat rawan ini dan terus berjuang untuk melawan dosa yang mencari celah untuk masuk. Salah satu hal yang bisa dilakukan adalah membuat suatu komitmen hal yang praktis, terukur dan aplikatif untuk melawan belenggu dosa. Misalnya membatasi diri untuk hanya menonton televisi selama dua jam untuk lepas dari kecanduan menonton televisi.

22 Maret 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

Mitos-mitos seputar Kubur Yesus

By: Pdt. Naftali

Ada beberapa mitos mengenai kubur Yesus:

  1. kubur Yesus tidak pernah ada. Mitos ini berkata bahwa Yesus tidak pernah mati. Hal ini diawali oleh pemikiran bahwa orang yang ditangkap di taman Getsemani bukanlah Yesus tetapi orang yang wajahnya dirubah dengan kekuatan Yesus sehingga sama denganNya.
  2. kubur itu ada, TAPI…

Pertanyaannya adalah, APAKAH KUBUR ITU BENAR ADA?

Alkitab berkata kubur itu ”kosong”, berarti ada orang yang dikubur di situ.

Matius 28 menceritakan konspirasi kebohongan yang direncanakan dan dilakukan untuk menjelaskan mengapa kubur itu kosong:

(11) Ketika mereka di tengah jalan, datanglah beberapa orang dari penjaga itu ke kota dan memberitahukan segala yang terjadi itu kepada imam-imam kepala (12) Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu (13) dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. (14) Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” (15) Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini.

Selain mitos yang sudah disebutkan diatas, ada juga mitos yang mengatakan bahwa Yesus tidak pernah mati, dia hanya pingsan. Mitos ini tentu dapat dibantah mentah-mentah mengingat penyiksaan berat yang dialami oleh Yesus. Mitos yang lain menyatakan bahwa Yesus dibaringkan di kubur yang salah. Hal ini tentu saja tidak masuk akal, karena Yesus adalah tokoh yang terkenal dan fenomoneal di zamannya. Gampangnya gini, mungkin gak sih alm. Soeharto (mantan presiden RI) dikuburkan di tempat yang salah?!

Apapun mitosnya, Pdt. Naftali menyarankan kita untuk BACK TO BIBLE. Karena dalam perdebatan tidak ada yang netral. Dan iman kepercayaan kita harus dilandaskan atas Firman Allah yaitu Alkitab.

“Apapun mitosnya, kebenarannya di Alkitab”

J

15 Maret 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

Aku Berhutang 200.000 Tahun Kerja

dari khotbah Persekutuan Pemuda GKKK Yogya
disampaikan oleh Rony Sofian – Sabtu, 15 Maret 2008
terinspirasi dari What’s So Amazing About Grace – Philip Yancey

Orang tua Cliff Muntu -salah seorang korban tewas dalam kasus bullying di IPDN- suatu kali pernah diundang dalam acara Kick Andy di Metro TV. Saat itu, Andy menanyakan kepada mereka “Kira-kira apa akan Bapak dan Ibu lakukan jika bertemu dengan para senior yang membunuh Cliff Muntu?”

Jawab mereka, “Kami akan mengampuni mereka sambil memeluk mereka.”
Andy F. Noya tertegun tak percaya. Bagaimana mungkin hal itu dilakukan.
Di sisi lain, orang tua Cliff Muntu ini memberikan kesaksian tentang kehidupan orang Kristen. Bagaimana kita harus mengampuni seperti Bapa telah mengampuni kita.

Matius 18:21-35

21 Kemudian datanglah Petrus dan berkata kepada Yesus: “Tuhan, sampai berapa kali aku harus mengampuni saudaraku jika ia berbuat dosa terhadap aku? Sampai tujuh kali?”
22 Yesus berkata kepadanya: “Bukan! Aku berkata kepadamu: Bukan sampai tujuh kali, melainkan sampai tujuh puluh kali tujuh kali.
23 Sebab hal Kerajaan Sorga seumpama seorang raja yang hendak mengadakan perhitungan dengan hamba-hambanya.
24 Setelah ia mulai mengadakan perhitungan itu, dihadapkanlah kepadanya seorang yang berhutang sepuluh ribu talenta.
25 Tetapi karena orang itu tidak mampu melunaskan hutangnya, raja itu memerintahkan supaya ia dijual beserta anak isterinya dan segala miliknya untuk pembayar hutangnya.
26 Maka sujudlah hamba itu menyembah dia, katanya: Sabarlah dahulu, segala hutangku akan kulunaskan.
27 Lalu tergeraklah hati raja itu oleh belas kasihan akan hamba itu, sehingga ia membebaskannya dan menghapuskan hutangnya.
28 Tetapi ketika hamba itu keluar, ia bertemu dengan seorang hamba lain yang berhutang seratus dinar kepadanya. Ia menangkap dan mencekik kawannya itu, katanya: Bayar hutangmu!
29 Maka sujudlah kawannya itu dan memohon kepadanya: Sabarlah dahulu, hutangku itu akan kulunaskan.
30 Tetapi ia menolak dan menyerahkan kawannya itu ke dalam penjara sampai dilunaskannya hutangnya.
31 Melihat itu kawan-kawannya yang lain sangat sedih lalu menyampaikan segala yang terjadi kepada tuan mereka.
32 Raja itu menyuruh memanggil orang itu dan berkata kepadanya: Hai hamba yang jahat, seluruh hutangmu telah kuhapuskan karena engkau memohonkannya kepadaku.
33 Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?
34 Maka marahlah tuannya itu dan menyerahkannya kepada algojo-algojo, sampai ia melunaskan seluruh hutangnya.
35 Maka Bapa-Ku yang di sorga akan berbuat demikian juga terhadap kamu, apabila kamu masing-masing tidak mengampuni saudaramu dengan segenap hatimu.”

Perikop di atas sebelumnya diawali dengan bagaimana menegur orang yang bersalah, kemudian muncul Petrus yang menanyakan berapa kali seseorang harus mengampuni orang lain yang bersalah kepadanya?

Dalam adat Yahudi 3 kali pengampunan kepada orang yang sama itu sudah maksimal. Bahkan cenderung berlebihan. Petrus ketika menanyakannya kepada Yesus sudah berusaha melebihkannya jadi 7 kali. Tujuh adalah angka sempurna dalam beberapa bagian cerita di Alkitab. Namun bagaimana jawab Yesus? … 70×7 kali.

Secara harfiah ini berarti 490 kali. Pernahkah Anda dalam satu waktu menghitung dari 1 sampai 490. Bukan pekerjaan yang mudah, melelahkan dan cenderung membosankan bahkan. Dan pasti di tengah-tengah kita menghitung akan ada angka yang terlewatkan. Bagaimana dengan menghitung kesalahan orang lain? Mungkinkah mereka melakukannya sekaligus 490 kali kesalahan sembari Anda menghitungnya saat itu juga. Mustahil. Di sini, bukan jumlah yang dimaksud Yesus, tetapi hati yg rela untuk terus mengampuni

Hutang 200.000 Tahun
Jika kita cermati kisah tentang seorang hamba yang berhutang kepada tuannya 10.000 talenta. Berapa banyak sih 10.000 talenta itu? Silakan buka pada halaman paling belakang di Alkitab kita. Di sana ada keterangan tentang kata-kata, ukuran-ukuran yang digunakan pada jaman itu.

1 talenta = 6.000 dinar
1 dinar= upah 1 hari kerja

katakanlah
1 tahun = 300 hari kerja

berarti
1 talenta = 6.000 dinar / 300 = 20 tahun kerja
10.000 talenta = 200.000 tahun kerja

Bisa dibayangkan betapa banyaknya hutang hamba itu.
Jika dinalar, hamba yang meminjam tersebut pasti bukan pejabat sembarangan tapi sangat mungkin hamba yang dekat dengan raja! Bahkan tidak menutup kemungkinan orang kepercayaan raja.

Bagaimana jawab hamba itu ketika Raja menagih hutangnya?
“Sabarlah dahulu hutangku akan kulunaskan … “
Kedengaran klise? Tidak mungkin bukan? Jika keluarganya dijual sebagai budak pun hutangnya tidak akan terlunasi hutangnya. Katakanlah seorang bisa hidup selama 80 tahun. Jika anggota keluarga itu ada 4 orang. Dijual sebagai budak baru menyelesaikan 320 tahun (80×4 tahun) dari
nilai hutangnya yang sebesar 200.000 tahun kerja.

Bagaimana keputusan sang Raja? Melepaskannya …
“Lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan … “
frase ini diulang beberapa kali dalam Alkitab untuk menunjukkan betapa Allah sangat menaruh iba kepada manusia. Frase ini mewakili hati Bapa yang begitu mengasihi manusia.

Bagaimana ekspresi hamba yang dibebaskan dari kasus itu? Ironisnya, ketika ia bertemu dengan temannya yang berhutang 100 dinar padanya, ia mencekik temannya dan mengancam dia. Bandingkan dengan hutangnya 10.000 talenta (60.000.000 dinar)
Jumlah yang sangat kecil. Terlalu kecil dalam ukuran statistika … bisa diabaikan.

Yesus menyampaikan perumpamaan ini sebagai refleksi atas hidup kita. Kita adalah hamba yang berhutang 10.000 talenta itu. Kita berhutang 200.000 tahun bekerja pada tuan tersebut. Dan seringkali kita masih juga tidak mampu memaafkan orang lain yang “berhutang 100 dinar” kepada kita

(c) budi ‘08

08 Maret 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

Be Fresh, Be Healthy

by: Ev. Sumartiwi

Kejenuhan adalah fakta yang menonjol pada abad ke 20. Edelwick dan Brodsky berkata kejenuhan terjadi ketika seorang menganggap “satu pekerjaan sebagai tugas dan tidak lebih dari itu” Itu berarti kejenuhan terjadi ketika orang mencapai tahap di mana dia hanya menghabiskan waktunya, tanpa variasi dan hanya dikendalikan rutinitas.

Pendapat lain datang dari Herbert Freudenberger yang menyatakan bahwa kejenuhan adalah satu keadaan di mana orang merasa diliputi oleh berbagai persoalan orang lain sehingga menghabiskan energinya. Sementara Christian Maslach berpendapat bahwa kejenuhan adalah suatu sindrom kelelahan emosional di mana seseorang kehilangan identitas diri hingga prestasinya secara individual menurun. Hal ini terjadi pada individu-individu yang melakukan pekerjaan yang sebenarnya menjadi “tanggung-jawab orang banyak”.

Korban kejenuhan memperlihatkan faktor sama yaitu kelelahan fisik dan emosi. Akibatnya ia tidak sanggup menghadapi masa depannya, menyauhkan diri dari pergaulan yang intim dengan orang lain, mengalami kekeringan rohani, kehilangan identitas diri, menganggap rendah orang lain, bersikap negatif terhadap mereka, dan mengembangkan sikap menyendiri.

Bagaimana pandangan Allah terhadap kejenuhan?

Apakah Allah peduli dengan kejenuhan yang dialami manusia?

Apa yang Allah lakukan terhadap kejenuhan manusia?

Markus 6:30-34 menggambarkan kepedulian Tuhan Yesus terhadap kejenuhan yang dialami para murid. Potensi-potensi kejenuhan yang mereka alami adalah:

Pertama kali secara resmi mengabarkan Injil tanpa Yesus.

Tekanan untuk menghasilkan prestasi yang baik. “Ia memberi kuasa atas roh-roh jahat” (ay. 6). Mereka diberi kuasa, tanggungjawab. Bukan sesuatu yang tanpa konsekuansi.

Mereka harus mempercayai Allah sebagai sumber yang menyediakan kebutuhan sehari-hari “Jangan membawa apa-apa dalam perjalanan” (ay. 8-9)

Ketegangan karena terus mengadakan perjalanan (ay. 10)

Penolakan orang (ay. 11)

Pemberitahuan tentang kematian tragis Yohanes Pembaptis

Walaupun catatan Matius tentang kepulangan mereka menunjukkan keinginan Yesus untuk mendengarkan laporan mereka, namun Markus memperlihatkan bahwa Dia lebih memperhatikan dampak misi terhadap diri para murid sendiri. Tidak ada catatan bahwa Kristus menanggapi pelayanan mereka secara kritis yaitu dengan menuntut hasil. Tuhan Yesus justru memperlihatkan kepedulian dan belas kasihan pribadi, ketika Dia berkata kepada para murid:”Marilah ke tempat yang sunyi … dan beristirahatlah seketika” (ay. 31)

Dari kejadian di atas, kita dapat belajar dua prinsip untuk mengatasi kejenuhan:

Prinsip 1: Manusia perlu rekreasi

Rekreasi sesuai dengan Alkitab, sesuai dengan kehendak Allah. Karena orang yang sibuk dengan pekerjaan tanpa sedikit rekreasi, sangat mudah jatuh sakit, kesehatan jasmaninya mudah merosot.

Matius 11:16 menyatakan perumpamaan tentang anak-anak yang meniup seruling dan menari. Menari ini bukan menari di arena panggung, tetapi menari bergembira dan meniup seruling karena bersukacita.

Tetapi perlu diingat bahwa rekreasi adalah selingan bukan kehidupan!

Prinsip 2: Rekreasi untuk mengefektifkan pekerjaan dan meningkatkan pelayanan kita kepada Allah.

Ada 3 bentuk rekreasi/selingan kita pelajari dari kepedulian Tuhan Yesus :

  • Pergantian tempat

Kristus tidak sekedar mengatakan beristirahatlah. Secara khusus Dia menyuruh para murid menyingkir ke tempat yang sunyi/berpindah tempat. Istilah yang dipakai Tuhan Yesus untuk lokasi ke mana murid-murid di suruh pergi menunjuk suatu tempat yang sepi/terasing. Kristus mengetahui bahwa murid-muridNya tidak akan bisa bebas dari ketegangan selama mereka masih berhubungan dengan “begitu banyaknya, orang yang datang dan yang pergi, sehingga makan pun mereka tidak sempat” (ay. 31).

  • Perubahan aktifitas/ tanggungjawab

Kristus menunjukkan pergantian aktifitas (tanggungjawab/materi pekerjaan). Orang yang mengutus mereka mengabarkan Injil, sekarang menyuruh mereka istirahat. Tuhan Yesus menggunakan istilah khusus yang bisa diterjemahkan “istirahat”, menunjuk bahwa murid-murid sendiri perlu mengambil inisiatif untuk melakukannya

  • Tersedianya waktu untuk istirahat.

Kata istirahat menunjuk pada perlunya sejumlah waktu tertentu, yang relatif pendek. Jadi harus disediakan sejumlah waktu untuk berganti tempat/kegiatan. Hal itu diperlukan mengingat keadaan di sekitarnya. Selama masa pelayanan, kerumunan orang banyak saling bertemu, datang dan pergi, sehingga murid-murid tidak punya waktu untuk dirinya sendiri bahkan untuk makan.

Untuk mengurangi ketegangan penyebab kejenuhan, maka para murid berangkat untuk mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi.Pengasingan itu tidak lama, karena kerumunan orang sudah menunggu ke datangan mereka.Perjalanan dalam perahu merupakan saat singkat untuk menikmati suasana pergantian tempat dan kegiatan yang terlepas dari kerumunan orang.

Kesimpulan

  • Tuntutan yang terus menerus dari orang banyak, membawa pada kejenuhan dan menumpulkan pengertian rohani. Ketika Tuhan Yesus memberi makan 5000 roti dengan 5 ketul roti dan 2 ekor ikan, para murid tidak bisa mengerti. Bahkan ketika melihat Yesus berjalan di atas air, mereka “sangat tercengang dan bingung, sebab sesudah peristiwa roti itu mereka belum juga mengerti dan hati mereka tetap degil.”
  • Kejenuhan menyebabkan orang menjadi keras hati atau kecewa dengan dunia sekitarnya sehingga energi emosional dan rohaninya terlalu lemah untuk memahami perkara yang ilahi atau makna di baliknya. Marilah kita peka dengan kejenuhan kita. Dan rekreasi untuk mengefektifkan kehidupan dan pelayanan kita bagi Allah

AYOoooo… koreksi diri apakah kamu sedang jenuh? Kalau iya, AYOoooo prioritaskan waktu untuk rekreasi! J

disalin dari power point khotbah Ev. Sumartiwi

29 Februari 2008 April 7, 2008

Posted by pemudagkkk in Uncategorized.
add a comment

INTEGRITAS IMAN

By: Ev. Andi Setiawan Koo/ KTL

Setiap pagi, begitu membuka mata dan melangkah masuk ke kampus atau lingkungan sehari-hari, kita sudah berjumpa berbagai macam orang percaya. Ciri-khas orang percaya kini sudah pudar, keputusan yang diambil tidak berbeda dengan orang tidak percaya, bahkan sering kali bertentangan dengan Alkitab. Ketika mendapat teguran, mereka malah membela diri, alasannya urusan studi jangan selalu disamakan dengan masalah rohani.

Kita sering keliru, sebab orang-orang diluar sana justru tidak memisahkan kita dari status orang percaya. Oleh karena itu mereka mempercayai prinsip hidup orang Kristen. Jadi kalau kita tahu seseorang adalah orang Kristen maka kita akan lebih mudah percaya. Lalu permisi tanya, apakah benar kita tidak boleh curiga terhadap orang Kristen? Celakanya orang-orang Kristen kadang tidak dapat dipercaya! Mereka justru menipu. Hal inilah yang menyebabkan orang di luar sana berkesimpulan bahwa semua orang Kristen tidak dapat dipercaya. Siapa diantara kita sekarang, oleh karena perlakuan kita, orang luar menjadi tidak percaya kepada orang Kristen?

Integritas berasal dari bahasa Inggris “Integrity”, artinya menyeluruh, lengkap, atau segalanya. Ini adalah bentuk ketaatan secara keagamaan terhadap moral, nilai, dan kelakukan. Jadi integritas melebihi karakter seseorang, aksi yang dapat dipercaya dan komitmen yang bertanggungjawab.

Seperti apakah itu? Ulangan 32:4 Gunung Batu, yang pekerjaanNya sempurna, karena segala jalannya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil, dan benar Dia. Ayub 1: 1 Ada seorang laki-laki di tanah Us bernama Ayub; orang itu saleh, dan jujur; ia takut akan Allah dan menjauhi kejahatan. Titus 1: 8 melainkan suka memberi tumpangan, suka akan yang baik, bijaksana, adil, saleh, dapat menguasai diri, Titus 2: 12 Ia mendidik kita supaya kita meninggalkan kefasikan dan keinginan-keinginan duniawi dan supaya kita hidup bijaksana, adil dan beribadah di dalam dunia sekarang ini. Hidup seperti ini harus dimiliki orang-orang percaya kepada Kristus sebagai Juruselamatnya.

Integritas iman merupakan paket hidup yang standar bagi orang Kristen normal. Tanpa integrtits maka orang Kristen tidak lengkap, tidak berarti.

Integritas iman juga merupakan gambaran kehidupan orang Kristen yang hidupnya memiliki Yesus Kristus. Apa yang harus nampak dalam hidup orang Kristen yang memiliki integritas iman?

INTEGRITAS MENDISIPLINKAN KELAKUAN

Secara tidak langsung setiap hari kita selalu mengambil keputusan/pilihan, hari ini saja kita sudah banyak mengambil keputusan/pilihan. Bangun dari tempat tidur saja itu merupakan suatu keputusan, seseorang akan menjadi berintegritas tinggi kalau setiap hari memiliki kebiasaan bangun pagi, namun integritasnya akan dipertanyakan apabila setiap hari bangunnya kesiangan.

Apakah yang kita rasakan/pikirkan ketika apa yang kita putuskan sangat berbeda dengan kebanyakan orang?

Apa yang kita lakukan jikakalau selama ini kita masih hidup dalam kebiasaan yang kurang baik?

INTEGRITAS AKAN MENDISIPLIN KELAKUAN kita agar MENJADI LEBIH BAIK MENURUT KEBENARAN FIRMAN TUHAN.

LIHAT Yosua 24:15Tetapi jika kamu anggap tidak baik untuk beribadah kepada TUHAN, pilihlah pada hari ini kepada siapa kamu akan beribadah’ allah yang kepadanya nenek moyanmu beribadah di seberang sungai Efrat, atau allah orang Amori yang negerinya kamu diami ini. Tetapi aku dan seisi rumahku, kami akan beribadah kepada TUHAN!” ;

MENJADI SIAPA tergantung keputusan di dalam hidup kita…..

INTEGRITAS MENENTUKAN KELAKUAN

Kondisi kehidupan manusia berbeda-beda, demikian pula masalah yang dihadapi, namun ada kunci integritas yang tidak boleh berbeda. Pada waktu menghadapi persoalan dan kelakuan yang kita ekpresikan ke orang-orang, orang Kristen mestinya memiliki ekspresi yang sudah ditetapkan Alkitab.

DANIEL 3:1-15. Sadrakh, Mesakh, Abednego

Titus 1:12 ”Itulah sebabnya aku menderita semuanya ini tetapi aku tidak malu; karena aku tahu kepada siapa aku percaya dan aku yakin bahwa Dia berkuasa memeliharakan apa yang telah dipercayakan-Nya kepadaku hingga pada hari Tuhan.”

INTEGRITAS MENDEMONTRASIKAN KELAKUAN

Integritas adalah gaya hidup karakter yang tinggal di dalam diri seseorang yang mengaku dan taat kepada Tuhan. Dalam 1Yohanes 2: 5-6 tetapi barangsiapa menuruti firman-Nya, di dalam orang itu sungguh sudah sempurna kasih Allah; dengan itulah kita ketahui, bahwa kita ada di dalam Dia. Barangsiapa mengatakan, bahwa ia ada di dalam Dia, ia wajib hidup sama seperti Kristus telah hidup.