02 Februari 2008 Februari 11, 2008
Posted by pemudagkkk in HUBUNGAN.trackback
MENJALIN HUBUNGAN YANG TULUS DENGAN ALLAH
by: Ev. KTL
Aku berdoa supaya Ia, menurut kekayaan kemuliaan-Nya, menguatkan dan meneguhkan kamu oleh Roh-Nya di dalam batinmu, sehingga oleh imanmu Kristus diam di dalam hatimu dan kamu berakar serta berdasar di dalam kasih. Aku berdoa, supaya kamu bersama-sama dengan segala orang kudus dapat memahami, betapa lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan dalamnya kasih Kristus, dan dapat mengenal kasih itu, sekalipun ia melampaui segala pengetahuan. Aku berdoa, supaya kamu dipenuhi di dalam seluruh kepenuhan Allah.
(Efesus 3:16-19)
Seringkali dalam hubungan kita dengan Allah kita bertanya “mengapa” kita menghadapi masalah ini dan itu, kita mulai hitung-hitungan dengan Allah. Yang menjadi pertanyaan, sebenarnya yang kita cari itu Tuhan atau berkat-berkatNya? Allah seperti apa yang kita kenal selama ini?
Langkah-langkah untuk menjalin hubungan yang tulus dengan Allah:
- SADARI
Persepsi yang salah tentang Allah:
-
- Allah menjadi wasit (yang mengawasi kita terus menerus)
à akibat: menjadi orang Kristen yang perfeksionis, takut gagal
-
- Allah yang seperti kakek terhadap cucu (alat mencari pembelaan/ pembenaran)
à akibat mencari pembenaran terhadap dosa, “Ah yang penting orang lain khan nggak tahu dosa yang aku lakukan. Tuhan khan pengampun, pasti aku diampuni.”
-
- Allah ilmuwan (Allah= pencipta alam semesta.)
à akibat: tidak merasa Allah bekerja dalam hidup sehari-hari
-
- Allah penjaga/ pengawal
à akibat: menyalahkan Allah ketika terjadi sesuatu
- YAKINI
Allah itu kasih (= memelihara kehidupan kita) dan adil (= mendisiplin kehidupan kita yang tidak benar)
- BELAJAR
untuk hidup tulus di hadapan Allah. Tidak melihat untung-rugi. Tulus!
Yohanes 15 (Pokok Anggur yang Benar)
Tidak seperti pohon, manusia tuh bisa munafik. Oleh karena itu:
-
- Akui keraguan kita kepada Allah
- Koreksi diri. Bagian mana di dalam kehidupan kita yang bermasalah
- Belajar dan lakukan Firman Tuhan
Allah sudah terlebih dahulu mengasihi kita,
jadi kita juga dimampukan untuk mengasihiNya dan orang lain.
© ine ‘08
Komentar»
No comments yet — be the first.